Oleh: baswarsiati | Mei 9, 2009

Prima Tani Ladang Ilmu dan Ladang Amalan bagi Peneliti

PRIMA TANI

LADANG ILMU DAN LADANG AMALAN BAGI PENELITI

(Secuil Pengalaman Peneliti saat terjun membina petani di desa)

Baswarsiati-BPTP JATIM

            Ungkapan kalimat di atas merupakan ungkapan dari nurani yang selama ini benar-benar saya rasakan sebagai seorang Peneliti di lingkup Badan Litbang Pertanian yaitu apakah mampu mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh langsung pada penggunanya yaitu petani.  Alhamdulillah telah tercetus program di Departemen Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian yaitu PRIMA TANI (Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknolosi Pertanian) yang mempunyai tujuan  untuk mempercepat diseminasi dan adopsi teknologi inovatif terutama yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian, serta untuk memperoleh umpan balik mengenai karakteristik teknologi tepat guna spesifik lokasi dan pengguna.

            Terus terang kegundahan  yang selama ini saya alami menjadi seorang Peneliti di lingkup Badan Litbang Pertanian telah memperoleh jalan keluar.  Kegundahan yang saya rasakan telah mulai memudar seiring dengan adanya pelaksanaan PRIMA TANI.  Rasanya semua yang telah saya peroleh selama saya bekerja menjadi Peneliti di Badan Litbang Pertanian, tepatnya di BPTP Jawa Timur dapat terekspresikan di desa Prima Tani. Kenapa demikian ?.  Untuk itu saya ingin berbagi pengalaman melalui media ini dan memahami secara mendalam tentang makna, misi, tujuan dan keluaran dari PRIMA TANI yang merupakan salah satu program utama dari Departemen Pertanian.  Program yang mulia ini tentunya InsyaAllah akan berhasil dengan baik jika kita sebagai pelaksana dapat melaksanakannya dengan ikhlas dan amanah.

Mendalami PRIMA TANI

            PRIMA TANI merupakan Program Rintisan dan Akselerasi/percepatan Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian, yang dilaksanakan secara partisipatif oleh semua pemangku kepentingan (stake holder) pembangunan pertanian dalam bentuk Desa Laboratorium Agribisnis.

            Prima Tani mempunyai misi meningkatkan kesejahteraan petani, pertanian berkelanjutan dan melestarikan lingkungan berbasis inovasi teknologi dan kelembagaan pertanian.

            Keluaran dari PRIMA TANI yaitu terbentuk dan terselenggaranya Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP) dan Sistem Usahatani Intensifikasi dan Diversifikasi (SUID).  Serta Model pengembangan bagi pembangunan pertanian pedesaan yang berbasis pada inovasi teknologi dan kelembagaan pertanian spesifik lokasi

            Jelas sudah apa yang dikandung dalam PRIMA TANI yaitu misi kesejahteraan untuk petani, pertanian berkelanjutan dan melestarikan lingkungan.  Tentunya misi ini sangat erat hubungannya dengan misi sosial, mengagungkan, menjaga dan melestarikan ciptaan Allah SWT agar kita selalu bersyukur atas semua limpahan RahmatNya pada kita.  Karena kita sering terlena bahwa semua yang ada di sekitar kita sebenarnya merupakan rahmat dan cobaan bagi kita.  Jika kita mampu menjaga, melestarikan dan bersyukur akan menjadikan Rahmat bagi kita.  Namun jika kita menelantarkan maka akan menjadi cobaan dan bencana bagi kita.  Ini semua sudah terbukti dalam kehidupan kita sehari-hari dan lingkungan di sekitar kita.

  1. Apakah sudah sampai pada petani dan siap diadopsi oleh petani secara berkelanjutan.

            Ternyata teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian banyak yang belum sampai pada petani, apalagi diadopsi dan diterapkan oleh petani.  Hal ini terbukti salah satu contohnya di lokasi Prima Tani Malang yang memiliki komoditas unggulan “ ubi jalar Gunung Kawi “ sebagai “icon” kabupaten Malang  Petani di desa Wonosari, kecamatan Wonosari, kabupaten Malang sebagai lokasi laboratorium agribisnis Prima Tani Malang belum mengenal teknologi budidaya anjuran untuk ubi jalar apalagi mengadopsi atau menerapkannya.  Padahal desa Wonosari merupakan desa wisata, desa yang mempunyai sarana dan prasarana fisik baik serta merupakan desa yang maju dan hanya berjarak 35 km dari ibukota Kabupaten Malang.  Tentunya berdekatan dengan Balitkabi (Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian) yang hanya ditempuh 1 jam perjalanan dan dekat dengan BPTP Jawa Timur yang ditempuh 1,5 jam. Namun pembangunan pertanian di desa tersebut masih belum meningkat karena produktivitas komoditas unggulannya seperti ubi jalar  masih rendah walaupun memiliki rasa yang manis, citarasa dan bentuk umbi yang khas. Salah siapakah ini sebenarnya ?  Penelitikah, penyuluhkah atau petanikah. Tentunya tidak perlu saling menyalahkan, namun mencari solusi bagaimana agar pembangunan pertanian lebih baik dan dapat dilakukan secara bersama-sama antara peneliti, penyuluh dan petani yang selama ini nampak masih terpisah-pisah.

PRIMA TANI  sebagai wahana KKN nya Peneliti dan tidak ada kata “gagal”

            Terus terang pada saat saya ditugaskan sebagai pengelola Prima Tani Malang (sebenarnya saya lebih suka istilah “pengelola” dibanding “manager” karena lebih enak di dengar) maka saya terus berpikir “apakah saya mampu” itu terus yang ada di benak saya.   Namun ini merupakan tantangan bagi kami karena dari sinilah akan nampak apakah yang telah kita hasilkan selama menjadi peneliti dapat diterapkan dan diterima oleh petani.  Dan apakah kita mampu sebagai seorang peneliti yang menghasilkan suatu teknologi kemudian meyakinkan teknologi kita (atau teknologi kesepakatan) untuk dapat diterima dan diterapkan petani.  Apakah kita mampu bersinergi dan meyakinkan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama melaksanakan Prima Tani.  Dan yang terpenting apakah kita mampu berbaur menjadi satu  dan bermasyarakat dengan petani.  Hal inilah yang sebenarnya merupakan kunci utama PRIMA TANI  dapat berjalan lancar yaitu kemampuan untuk itu semua.

            Disamping keragu-raguan yang muncul maka terbersit secercah harapan untuk menghapus kegundahan  yang selama ini saya alami sebagai seorang Peneliti yaitu mencoba mengekspresikan kinerja yang selama ini telah diakui secara tertulis melalui jabatan fungsional pada momen pengguna secara langsung yaitu petani.  Apakah yang selama ini telah kita hasilkan dan kita tulis sebagai seorang peneliti dalam bentuk tulisan ilmiah, semi populer maupun populer sudah dapat diterima oleh petani sebagai pengguna ataukah malah sudah diadopsi oleh petani. Apakah kita mampu meyakinkan petani untuk menerapkan teknologi Badan Litbang Pertanian karena petani sebagai pengguna langsung dari teknologi tersebut. Disinilah tantangan yang harus kita jawab dan kita jalankan. Dan di desa Prima Tani inilah ladang ilmu dan ladang amalan dapat kita kelola dengan ikhlas dan amanah supaya menghasilkan seperti yang diharapkan.

  1. Jika tidak ada sinergisme dan koordinasi tentu program ini tidak akan berjalan dan akan nampak seperti program-program terdahulu yang berjalan sendiri-sendiri tidak memiliki tujuan yang sama antara pemangku kepentingan.

PRIMA TANI menjadikan Peneliti berfungsi juga sebagai Penyuluh

  1. Untuk mengaksesnya saat ini sudah sangat mudah baik dalam bentuk media cetak maupun media elektronik dan sudah banyak cetakan-cetakan populer yang mudah dicerna dihasilkan oleh Balai Penelitian Komoditas maupun BPTP.

            Dengan melihat kondisi ini rasanya saya ikut bersalah sebagai seorang peneliti karena belum mampu menyampaikan teknologi kepada petani secara langsung dan terhambat dengan prosedural yang cukup menghambat dalam pembangunan pertanian.  Akhirnya muncul pertanyaan kenapa sih Prima Tani tidak muncul dari dulu ?  Itu mungkin  pertanyaan yang sering meluncur dari petani di desa Prima Tani termasuk juga dari Pemerintah Daerah (khususnya Kepala Bapeda Malang melontarkan hal ini berkali-kali).  Untuk itu Peneliti di BPTP yang tentunya sudah terbiasa terjun ke desa untuk pengkajian-pengkajian teknologi yang secara langsung selalu melibatkan petani dan berbaur dengan petani tidak terlalu sulit dalam melaksanakan Prima Tani.  Namun tentunya hal ini masih perlu ditingkatkan karena pembauran yang dilakukan saat ini secara total karena pengelola Prima Tani (tim Prima Tani) bisa  menjadi peneliti- penyuluh maupun penyuluh-peneliti selama program ini berjalan (3 tahun atau lebih).  Untuk itu agar dapat diterima petani dan masyarakat desa sebaiknya peneliti maupun penyuluh pada saat berbaur dengan petani maka semua atribut kepangkatan yang sudah menempel pada jenjang fungsional yang dimiliki janganlah digunakan dan kita tanggalkan golongan ataupun kepangkatan yang kita miliki.  Walaupun pada institusi dimana kita bekerja telah digolongkan sebagai peneliti ataupun penyuluh senior maka sebaiknya menghadapi petani kita tetap rendah hati dan sopan santun.  Kita harus menganggap petani dan masyarakat desa sejajar dengan kita dan tetap menghormati mereka karena tanpa mereka (petani) maka kita para peneliti dan penyuluh tidak ada artinya karena pelaksana utama pembangunan pertanian adalah petani. Untuk peneliti pada saat menyampaikan teknologi pada petani harus mampu menggunakan bahasa petani atau bahasa penyuluh  yang tidak berbelit-belit sehingga lebih mudah diterima oleh petani. Dan janganlah peneliti malu-malu dan ragu-ragu untuk terjun langsung  ke lapang bersama petani  karena petani akan yakin jika peneliti sendiri mampu untuk terjun ke lapang.

Mengapa PRIMA TANI  ladang Ilmu dan Amalan

  1. Dengan demikian ilmu yang dimiliki oleh peneliti semakin bertambah dan tidak hanya berkutat di dalam laboratorium saja atau terpancang pada pengkajian dengan areal yang sangat terbatas namun membuka cakrawala untuk bergabung dengan petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian.

            PRIMA TANI sebagai ladang amalan karena dengan pelaksanaan Prima Tani yang bertujuan membentuk AIP dengan  implementasi peningkatan kinerja kelembagaan dan kinerja teknologi yang ada di desa Prima Tani maka secara langsung merupakan suatu amalan yang bermanfaat bagi   petani  dan masyarakat pedesaan bilamana dikerjakan dengan ikhlas dan amanah.  Rasanya setiap gerak langkah kinerja jika dikerjakan dengan baik dan ikhlas akan merupakan amalan yang bermanfaat bagi kita dan bagi yang memanfaatkannya.  Bila semua dimulai dengan tujuan yang baik tentu akan menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat.

Kunci Utama PRIMA TANI

            Kunci  utama dalam pelaksanaan Prima Tani yaitu terletak pada masyarakat taninya.  Jika petani respon dan tanggap terhadap perbaikan teknologi maupun kelembagaan yang ada maka pelaksanaannya akan muda dan lancar.  Secanggih apapun teknologi dan sekuat apapun pembinaan kelembagaan serta sebanyak apapun dukungan Pemerintah Daerah, namun jika petani dan masyarakatnya tidak merespon maka Prima Tani tidak akan berjalan dengan baik.  Karena Prima Tani hanya didukung pembinaannya oleh Badan Litbang Pertanian selama 3 tahun, sedangkan selanjutnya sudah diserahkan pada Pemerintah Daerah.  Untuk itu yang perlu diingat yaitu segera membentuk petani maju dan mandiri, membentuk penyuluh swakarsa dari petani, Gapoktan diperkuat, kelompok tani diperkuat, jejaring agribisnis ditingkatkan.  Petani maju dan mandiri serta penyuluh swakarsa dari petani sangat diperlukan karena merekalah yang akan mempelopori jalannya pembangunan pertanian dan AIP di desa Prima Tani.  Sedangkan   Tim Prima Tani  baik peneliti maupun PPL hanyalah sebagai aparat yang tentunya bukan pelaksana utama dalam desa AIP.

Penutup

  1. Maka jawabannya ada di program yang baik ini yaitu PRIMA TANI.   Semoga semua program di desa Prima Tani  dapat terlaksana dengan baik sesuai misinya yang mulia yaitu  meningkatkan kesejahteraan petani, pertanian berkelanjutan dan melestarikan lingkungan berbasis inovasi teknologi dan kelembagaan pertanian.

(artikel ini sudah diterbitkan di tabloid SINAR TANI)


Responses

  1. Insya’ Allah keikhlasan ibu dalam membina petani dan membagi ilmu kelak menjadi amal jariyah yang selalu diperhitungkan. Mudah-mudahan kami yang masih junior ini mampu belajar dan menirunya utk menjadi amanah. Amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: