Oleh: baswarsiati | Mei 8, 2009

Membangun Desa Berwawasan Agribisnis

MEMBANGUN DESA BERWAWASAN AGRIBISNIS

Baswarsiati,  BPTP Jawa Timur

(sebagai Manajer Prima Tani di kabupaten Malang)

 

            Sejak tahun 2005 , Departemen Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian memiliki program yaitu   PRIMA TANI (Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian).  Menteri Pertanian RI menyatakan bahwa Implementasi PRIMA TANI merupakan tonggak sejarah pembangunan pertanian Indonesia, yang berawal dari desa.. 

PRIMA TANI mempunyai tujuan untuk meningkatkan pendapatan petani, memperbaiki sistem pertanian, dan melestarikan lingkungan, bukan meningkatkan produksi komoditas pertanian tertentu setinggi mungkin. Komoditas unggulan dapat dipilih lebih dari satu, dalam pola tumpang sari atau tanaman-ternak, dan sebagainya. Boleh saja produktivitas komoditas pertanian pada tingkatan sedang-sedang saja, asal usaha tani dilaksanakan secara efisien, dan mampu meningkatkan pendapatan petani. Program ini dilakukan di 200 kabupaten di seluruh Indonesia dan hanya 1 desa di setiap kabupaten  sebagai laboratorium lapang agribisnis yang menjadi percontohannya.

Apakah program ini dirasakan ada manfaatnya oleh petani dan apakah dapat dikatakan membangun desa berwawasan agribisnis telah terbentuk.  Tentunya jawabannya sangat  bervariasi tergantung dari berbagai aspek karena PRIMA TANI bukan hanya merupakan program dari Departemen Pertanian saja namun juga sangat membutuhkan sinergisme program dengan Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Kota serta pemangku kepentingan lainnya.  Tanpa sinergisme program dari pemangku kepentingan sulit rasanya untuk membangun desa berwawasan agribisnis yang menerapkan inovasi teknologi pertanian.

`           Selain itu hal yang paling penting yaitu membangun kelembagaan agribisnis merupakan kunci keberhasilannya.  Seperti yang diungkap oleh Ketua Tim Teknis PRIMA TANI  dari Badan Litbang Pertanian (Dr Abdurachman Adimihardja  bahwa bantuan utama yang diberikan kepada petani dalam PRIMA TANI adalah teknologi inovatif dan kelembagaan agribisnis pedesaan. Inovasi tersebut didiseminasikan secara partisipatif, tidak bersifat komando atau top-down. Inovasi pertanian, yang berupa komoditas pertanian unggulan, teknologi maju dan kelembagaan pendukung, tidak ditentukan oleh para pejabat Departemen Pertanian, tetapi dipilih oleh petani sendiri. Mereka memilih komoditas dan teknologi sesuai kemauan dan kemampuan mereka sendiri, dan tentu saja memperhatikan kesesuaiannya dengan kondisi sumberdaya lahan, air, iklim dan aspek social-ekonomi-budaya. Pemilihan inovasi tersebut dilaksanakan melalui ‘Participatory Rural Appraisal’ yang dilaksanakan bersama-sama oleh Peneliti, Penyuluh, Petani, Pemda dan pemangku kepentingan pembangunan lainnya.

  1. Sedangkan   Tim Prima Tani  baik peneliti maupun PPL hanyalah sebagai aparat yang tentunya bukan pelaksana utama dalam desa AIP.

            Pengalaman yang telah saya  peroleh bersama-sama teman-teman tim Prima Tani dalam membangun desa berwawasan agribinis yaitu terletak dari keikhlasan petani dalam menerima dan menerapkan suatu Program dan keikhlasan dari pendamping dalam melaksanakan tugasnya serta kepercayaan dan ketekunan dari masing-masing.  Tentunya juga karena Ridha Allah Swt mengijinkan program ini berjalan dengan baik dan berjalan lancar.  Hal ini tergambarkan dalam suatu contoh  pembangunan pertanian melalui Prima Tani di desa Wonosari, kecamatan Wonosari, kabupaten Malang.

 

 

  1. Sampai saat ini pembangunan pertanian berjalan dengan baik dan telah nampak beberapa kemajuan   terutama    inovasi teknologi  untuk komoditas unggulannya yaitu ubi jalar, kambing, kopi dan pisang serta peningkatan dan penguatan   kelembagaan dalam mendukung tumbuhnya Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP).

Terpilihnya desa Wonosari menjadi  laboratorium lapang agribisnis karena beberapa hal antara lain : 1) Respon masyarakat yang tinggi terhadap perubahan teknologi , 2) Memiliki komoditas unggulan yaitu ubi jalar gunung Kawi yang merupakan “icon” kabupaten Malang dan sudah terkenal karena rasanya yang manis sehingga berpotensi untuk penumbuhan dan pengembangan AIP, 3) sebagai daerah tujuan wisata yang dapat bersinergi dan berpotensi untuk dukungan pengembangan AIP.  Suasana desa yang sejuk dengan penduduk yang ramah dan selalu menerima tamu atau pendatang dengan baik membuat tim Prima Tani dapat bekerja dengan sabar, telaten dan ikhlas bersama-sama dengan masyarakat tani berkiprah dalam membangun dan mengembangkan AIP di desa tersebut.  Luas  wilayah  desa 1.275 ha  dengan jumlah penduduk 6598 orang.  Jarak tempuh untuk menuju desa tersebut dari ibu kota kabupaten Malang sekitar 35 km, selama  ± 1 jam. 

 

Gerakan Membangun AIP  desa Wonosari, Malang

  1. Pada tahun 2007 Pemkab Malang telah membeli lahan seluas 4.600 m2 untuk digunakan sebagai   Klinik Agribisnis  yang bergabung dengan BPP Model serta lahan untuk show window produk petani dan sebagai salah satu obyek kunjungan wisata sedangkan pembangunan  gedung beserta sarananya akan dilaksanakan tahun 2009.

 

Tahapan Membangun AIP Desa Wonosari

            Beberapa tahapan yang dilakukan dalam membangun AIP di desa Wonosari yaitu :

  1. Sedangkan kelembagaan pemasaran semakin meningkat dengan terbukanya jejaring pasar untuk berbagai komoditas unggulan yang ada (ubi jalar, kambing, kopi dan pisang).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Membuat bokasi dari kotoran kambing                       Pelatihan membuat produk olahan

 

  1. Penerapan teknologi oleh petani

Pada saat panen perdana ubi jalar Gunung Kawi serta beberapa varietas unggul ubi jalar hasil Badan Litbang Pertanian (Balitkabi) bulan Nopember 2007 di lahan demoplot dilakukan oleh Bapak Menteri Pertanian   beserta jajaran pejabat Deptan termasuk mantan Kepala Badan Litbang Pertanian (Prof Dr Ahmad Suryana) dan malahan beliau pada tahun 2007 telah berkunjung ke lokasi tersebut dua kali (bulan Juli dan Nopember 2007).  Mungkin yang sering muncul dibenak kita sebenarnya bagaimana cerita atau kisah perjalanan membangun AIP (Agribisnis Industrial Pedesaan) dan menggerakkan petani untuk berkiprah di pembangunan pertanian.

Geliat Pembangunan Pertanian di Prima Tani Malang

  1. Pada tahun 2007 Pemkab Malang telah membeli lahan seluas 4.600 m2 untuk digunakan sebagai   Klinik Agribisnis  yang bergabung dengan BPP Model serta lahan untuk show window produk petani hasil binaan Prima Tani dan sebagai obyek kunjungan wisata sedangkan pembangunan  gedung beserta sarananya akan dilaksanakan tahun 2009.

            Beberapa capaian kinerja  laboratorium agribisnis Prima Tani Malang antara lain :

  • Inovasi Kelembagaan
    • Kelompok tani yang ada telah aktif kembali  , Gapoktan telah terbentuk dan kelompok wanita tani juga terbentuk dan aktif dalam industri berbagai aneka olahan berbahan baklu ubi jalar dan pisang
    • Kelembagaan permodalan  telah berjalan melalui LKM Prima Tani yang dikelola oleh wanita tani dengan anggota 75 orang dan modal yang telah berputar selama 12 bulan sekitar 50 juta
  • Inovasi Teknologi

 

  1. Saat ini pasar ubi jalar Gunung Kawi sudah cukup mantap karena kualitas yang telah dimiliki dan sudah dikenal oleh konsumen.

Perkembangan juga terlhat pada komoditas kambing dimana penggunaan kandang panggung meningkat persentasenya menjadi 90 % dari awalnya 65 % serta peningkatan ransum HMT diperbanyak sesuai kebutuhan ternak sehingga meningkatkan produktivitas ternak 2-3 ekor/2 tahun.  Sedangkan pemanfaatan limbah kotoran kambing yang sebelum adanya Prima tani belum dimanfaatkan dengan baik oleh petani maka kini telah menjadi industri mini bokasi dengan kemampuan produksi per bulan sebanyak 10 ton.  Bokasi yang dihasilkan dengan bahan baku 85 % kotoran kambing  telah dimanfaatkan untuk menyuburkan lahan milik petani dan telah terbukti mampu meningkatkan produksi komoditas unggulan maupun komoditas lainnya sedangkan sisanya telah dijual di pasar bebas maupun kemitraan pasar dengan pihak swasta (65 % untuk komsumsi tanaman petani dan 35 % untuk dijual ke konsumen).

Nampaknya   geliat pembangunan pertanian dan AIP di desa Wonosari, kec. Wonosari Kab Malang mulai meningkat namun masih perlu adanya dukungan dan bimbingan yang baik dati tim Prima Tani dengan ikhlas dan sabar sehingga petani dapat mandiri dan maju dalam membangun desanya. Semoga Allah swt senantiasa meridhai.


Responses

  1. Terima Kasih untuk ibu Ati (Manager Prima Tani) dan seluruh staf yang ada di BPTP Jatim karena kami telah diberi kesempatan untuk belajar mengenai Prima Tani di BPTP Jawa Timur. Kesan kami setelah masuk dan belajar di BPTP Jatim, kami sangat senang dan semua staf yang ada di BPTP sangat ramah dan welcome banget dengan pengunjung. Semoga semuanya tetap terjaga dan terus ditingkatkan untuk pengembangan BPTP Jatim dan Prima Tani Khusunya serta untuk dunia pertanian nasional umumnya. Terima kasah banyak.

    Monih Yukrido N (Fakultas Pertanian UB)

    • Trimakasih juga atas kesannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: