Oleh: baswarsiati | April 30, 2009

Menanam Anggur di Pekarangan

MENANAM ANGGUR DI PEKARANGAN

Baswarsiati, BPTP Jawa Timur

 

 

            Menanam anggur di pekarangan saat ini mulai “nge-trend” lagi seiring dengan bermunculannya kota-kota yang ingin menonjolkan komoditas unggulannya.  Seperti halnya di kota Probolinggo, Situbondo, Kediri, Madiun juga beberapa daerah lain beramai-ramai mengembangkan kotanya dengan penghijauan pekarangan menggunakan tanaman anggur.  Demikian juga berlomba-lomba para hobiis buah untuk sekedar bertanam anggur di pekarangannya dan sekedar untuk memenuhi hobi mereka namun juga memberikan keuntungan bagi keluarga. 

            Sebenarnya apakah menguntungkan menanam anggur di pekarangan ?  Tentunya jawaban ini sudah dapat diduga oleh pembaca.  Bila dipandang dari sudut penghijauan sangat menguntungkan, dari segi estetika cukup indah karena dapat berfungsi sebagai pergola sehingga halaman rumah nampak teduh ternaungi oleh pepohonan anggur, dari segi gizi maka jelas akan menambah kebutuhan gizi keluarga dan bila jumlah tanaman cukup banyak maka secara tak sengaja juga dapat menambah pendapatan keluarga dan tentunya masih banyak keuntungan lainnya. Dengan menanam anggur di pekarangan maka pemeliharaan dapat dikerjakan secara sambilan pada saat santai setelah pulang kantor  atau setelah penat bekerja  sehingga akan melepas rasa lelah karena menghadapi pekerjaan.  Atau dapat juga dikerjakan oleh ibu-ibu yang tidak terlalu sibuk di rumah maupun tidak ada kegiatan diluar rumah.  Beberapa pengalaman dari mereka yang telah menanam anggur di pekarangan mengatakan bahwa pendapatan keluarga dapat bertambah bila pemeliharaannya ditekuni sehingga tanaman berbuah lebat.  Awalnya buah yang pertama biasanya mereka peruntukkan untuk keluarga sendiri dan tetangga atau kerabat dekat, namun setelah berbuah beberapa kali dan keluarga sudah bosan , bermunculan orang yang ingin membeli dan jadilah buah anggur tersebut diperjualbelikan.  Biasanya pelanggan atau pembeli datang sendiri dan umumnya sudah memesan jauh hari sebelum buah anggur tersebut masak.  Demikian ujar beberapa pemilik tanaman anggur di pekarangan di daerah Kediri, Madiun, Probolinggo dan lainnya Dan mengalirlah uang hasil penjualan buah anggur sehingga dapat menambah kebutuhan dapur keluarga. 

            Yang lebih menarik lagi adalah keasrian suatu kampung di kecamatan Klegen-Madiun karena di sepanjang tepi jalan kampung tersebut ditanam anggur varietas Belgia sehingga jalanan di kampung tersebut terasa teduh dengan adanya naungan tanaman anggur.  Untuk menjaga agar kendaran bermotor dapat masuk ke kampung tersebut maka para-para ditinggikan sekitar 4 meter.  Ini semua atas prakarsa Bapak Sunyoto sebagai ketua RW di kampung tersebut yang memang menyukai bidang pertanian.  Dan nampaknya nama anggur dari Klegen telah memenuhi pasar buah di Madiun dan sekitarnya dan masyarakat yang memiliki tanaman anggur di pekarangannya tidak kesulitan untuk memasarkan buahnya karena sudah terbentuk asosiasi yang menangani hal ini.

            Ceritera di atas merupakan contoh kecil keberhasilan masyarakat kota yang bertanam anggur di pekarangan rumahnya yang tidak luas.  Umumnya mereka menggunakan jarak tanam yang tidak sesuai dengan petunjuk bertanam anggur, karena mereka hanya memanfaatkan lahan sempit yang ada di sebelah atau di depan rumahnya.

Adapun jarak tanam yang sesuai yaitu 3 m x 3 m untuk varietas yang pertumbuhan vegetatifnya lambat dan 4 m x 5 m untuk varietas yang pertumbuhan vegetatifnya cepat seperti varietas Belgia.  Varietas Belgia merupakan salah satu varietas anggur yang berkembang pesat saat ini terutama banyak ditanam di pekarangan dan beberapa dalam skala luas .  Buahnya berwarna kuning kehijauan dengan panjang tandan buahnya antara 15 – 20 cm dan butir buah tidak terlau besar bila dibandingkan anggur dari Australia namun masih sebanding dengan anggur bali maupun Probolinggo Biru asalkan buahnya dijarangkan.  Kelebihan varietas Belgia yaitu produktivitasnya stabil untuk setiap pangkasan dan mudah sekali untuk berbuah mulai di dataran rendah sampai dataran medium.

            Pilihan varietas anggur yang dapat ditanam di pekarangan dapat disesuaikan menurut selera  namun juga dipilih yang sesuai dengan ketinggian tempatnya.  Beberapa varietas seperti Cardinal (Probolinggo Super) dari Italia, varietas Xamgypt, Moscatto d’Adda , White Malaga , Belgia dan Red Prince dan beberapa varietas lainnya dapat ditanam di dataran rendah .  Sedangkan untuk dataran tinggi dapat ditanam varietas seperti Isabella, Delaware ataupun varietas Belgia namun rasa buahnya umumnya berbeda dengan bila ditanam di dataran rendah.  Rasa manis buah sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan setempat seperti kondisi tanah, curah hujan tinggi, suhu udara serta faktor pemupukan. Unsur hara Kalium yang digunakan untuk memupuk tanaman anggur dapat mempermanis rasa buah anggur.

Perawatan Tanaman

 

            Sebulan sebelum bibit ditanam, sebaiknya disiapkan lubang tanam lebih dulu.  Lubang digali dengan panjang, lebar dan kedalaman sekitar 60 cm.  Tanah lapisan atas sedalam 30 cm dipisahkan dari lapisan bawah, supaya tanah lapisan atas yang cukup subur tidak tercampur dengan tanah lapisan bawah yang biasanya kurang subur.  Lubang tanam yang sudah digali dibiarkan 2 sampai 3 minggu agar jasad renik yang merugikan tanaman , mati.  Kemudian lubang diisi kembali dengan campuran tanah : pupuk kandang : pasir dengan perbandingan 1:1:1 sehingga media menjadi gembur. Selanjutnya dapat dibuat bidang olah dengan ukuran 3 m x 3 m. Sepanjang tepi bidang olah dicangkul, sehingga mirip parit kecil sebagai tempat pembuangan air yang berlebih.

            Penanaman sebaiknya dilakukan akhir musim hujan atau menjelang musim kemarau, untuk mengurangi resiko tanaman terkena berbagai macam penyakit.  Bibit anggur ditanam sedalam leher akar, kemudian diairi untuk memadatkan tanah di sekitar tanaman.  Bibit yang baru ditanam perlu diberi naungan dedaunan untuk menjaga dari terik sinar matahari secara langsung.  Di dekat tanaman perlu diberi ajir/rambatan kayu  supaya tanaman baru dapat tumbuh tegak merambati ajir.

            Anggur di pekarangan yang sudah mulai besar, sebaiknya dirambatkan pada para-para yang lebih kuat daripada ajir.  Model rambatan para-para selain untuk meneduhkan pekarangan juga pemanfaatan sinar matahari lebih efisien, karena tanaman merambat mendatar.  Rambatan para-para sebaiknya bebrbetuk empat persepi panjang atau bujur sangkar dengan tiang penyangga dari kayu, bambu atau besi.  Tingginya kurang lebih 3 meter atau sesuai dengan kebutuhan.  Misalkan untuk pergola di depan rumah sehingga mobil dapat ternaungi maka tinggi para-para disesuaikan dengan kebutuhannya.  Sebagai tempat rambatan di atas para-para , dibentangkan anyaman bambu atau kawat dengan ukuran anyaman 15 cm x 15 cm atau 20 cm x 20 cm.

Pemupukan sangat diperlukan untuk tanaman anggur di pekarangan, meliputi Urea, SP 36, KCl dan pupuk kandang.  Pupuk Urea diperlukan mulai tanaman muda sampai satu tahun dengan takaran sesuai umur tanaman , yaitu :

  • Umur 10 hari – 3 bulan setelah tanam sebanyak 10 g/pohon, interval 10 hari
  • Umur 3-6 bulan setelah tanam sebanyak 15 g/phon, interval 15 hari
  • Umur 6 bulan-1 tahun sebanyak 50 g/pohon, interval 1 bulan.

Selanjutnya seminggu sebelum pemangkasan pertama,tanaman dipupuk lengkap dengan takaran Urea 100 g + SP -36 80 g + KCl 100 g per pohon.  Selanjutnya pupuk buatan tersebut ditingkatkan takarannya 50 % setiap tahunnya sampai umur tanaman 4 tahun.  Sedangkan untuk tanaman yang umurnya lebih dari 4 tahun, pemupukan dilakukan 3 kali setahun , seminggu sebelum dan sesudah pangkas.  Dosis pertahunnya adalah 600 g Urea + 300 g SP-36 + 375 g KCL setiap pohon.  Jumlah pupuk di atas adalah untuk 6 kali pemupukan, karena setahun tanaman dipangkas sebanyak 3 kali.  Untuk pupuk kandang diberikan setahun setahun sekali sampai tanaman umur 4 tahun  sebanyak 30-40 kg per pohon. Setelah tanaman berumur lebih dari 4 tahun, pupuk kandang diberikan setiap 2 tahun sekali dengan takaran 180 kg/pohon.  Dengan demikian tanaman masih mendapat tambahan hara , pada saat produksinya menurun yang umumnya terjadi pada umur 9-12 tahun.

            Penyiraman sangat diperlukan mulai dari awal tanam dengan maksud untuk memadatkan tanah di sekitar bibit yang baru ditanam.  Penyiraman dilakukan terus hingga menjelang pemangkasan bahkan menjelang buah dipanen.  Pada musim kemarau dapat dilakukan 3 hari sekali dan pada musim hujan dapat dikurangi atau tergantung pada kondisi kelembaban tanah.  Banyaknya air siraman diharapkan bisa membasahi seluruh permukaan bidang olah  dan daerah perakaran di bawah permukaan tanah.  Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai air siraman tergenang, sebab dapat menyebabkan akar tanaman busuk. Sebulan sekali sebaiknya bidang olah digemburkan (didangir) supaya tanah tidak padat.  Bidang olah juga harus selalu bersih dari rumput atau gulma lainnya agar tanaman anggur tidak tersaingi dalam memperoleh makanan dari dalam tanah.

            Pemangkasan tanaman diperlukan untuk membentuk pada para-para maupun untuk pembuahan.  Tanaman yang sudah hampir menyentuh atau tepat menyentuh para-para mulai dipangkas ( biasanya umur 6-7 bulan).  Pemangkasan dilakukan bila kuncup daun paling atas telah mekar.  Lima hari kemudian akan membentuk 4 buah cabang primer.  Selanjutnya , 2 cabang primer diarahkan ke Utara sedangkan 2 cabang primer yang lain diarahkan ke Selatan.  Setelah cabang primer membentuk 10 mata atau lebih dan sudah cukup kuat merambat pada kawatnya , dilakukan pemangkasan lagi untuk membentuk cabang sekunder.  Pemangkasan dilakukan bila tunas daun yang paling ujung telah membuka dan berwarna hijau.  Dari masing-masing cabang primer akan muncul 2 cabang sekunder yang masing-masing diarahkan ke Timur dan ke Barat   Setelah tanaman berumur satu tahun dapat dipaksa untuk berbuah dengan cara memangkasnya.Cabang sekunder hasil pangkasan bentuk, dipangkas dan hanya ditingggalkan 4-5 mata saja.  Dari masing-masing cabang sekunder akan keluar 2 cabang tersier, sehingga dari pemangkasan pertama akan dihasilkan 16 cabang tersier.  Dua minggu kemudian diperkirakan akan muncul tros/tandan bunga anggur.  Pembentukan buah anggur akan terjadi sekitar 30-35 hari setelah pemangkasan atau sekitar 10-15 hari setelah penyerbukan.  Dan pemanenan buah dapat dilakukan sekitar 100- 110 hari setelah tanaman dipangkas tergantung kondisi cuaca setempat.  Setelah panen tanaman dapat dipacu kembali untuk berbuah dengan cara pemangkasan pula.  Sebelumnya tanaman perlu diistirahatkan dulu selama 2 minggu, selanjutnya dipupuk dulu dan seminggu kemudian dapat dipangkas.  Yang dipangkas adalah cabang-cabang tersier yang baru berbuah, tidak semuanya dipangkas namun disisakan 4-6 mata.  Dalam pemangkasan ini selain cabang dipotong, maka seluruh daun juga dirompes sehingga hanya nampak batang tanamannya saja.

            Untuk memperbesar butir buah anggur serta meningkatkan kadar gula sari buah perlu dilakukan penjarangan buah dilakukan saat 55 hari dan 75 hari setelah dilakukan pemangkasan saat buah sebesar biji kedelai atau jagung. Caranya adalah dengan membuang buah-buah yang abnormal, terkena penyakit dan menyisakan kurang lebih 70 persen.  Penjarangan buah dapat menggunakan gunting kecil yang berujung runcing.

            Untuk menghindari serangan penyakit terutama saat musim hujan, maka setelah turun hujan sebaiknya daun maupun buah anggur disemprot dengan air bersih.  Pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan pestisida merupakan alternatif terakhir bilamana serangan penyakit tinggi.  Sebaiknya menggunakan pengendalian secara nabati (alami) seperti serbuk biji mimba, tanaman paitan, daun cengkeh atau tanaman yang dapat digunakan sebagai pengendali hama maupun penyakit di sekitar kita.  Hal ini untuk menghindari bahaya racun dan menjaga lingkungan di sekitar rumah kita karena tanaman anggur tersebut berada di pekarangan rumah kita.  Selain itu juga untuk menghindari bahaya residu dari pestisida sehingga hasil pertanaman kita benar-benar ramah lingkungan.  Bila buah anggur kita mudah rontok di musim hujan maka hal ini merupakan salah satu kendala pembuahan di musim hujan dan ini sudah merupakan sifat genetis tanaman anggur.  Namun hal ini dapat dihindari dengan memberi naungan berupa atap plastik bening yang tembus sinar matahari sehingga proses fotosintesis masih terjadi dan buah anggur masih tetap baik walaupun musim hujan

            Agar buah anggur kita dipetik pada umur optimal maka perlu diperhatikan ciri-ciri buah masak optimal yaitu kulit buah diliputi bedak yang jelas dan buah mudah rontok bila terkena gesekan.  Biasanya umur 100-110 hari setelah pangkas , buah anggur telah masak optimal dan telah manis rasanya.  Karena buah anggur termasuk non klimakterik maka pemanenan sebaiknya memperhatikan umur masak optimal .  Bila tidak demikian maka rasa buah akan masam dan tidak akan bertambah manis setelah tanaman dipanen.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: