Oleh: baswarsiati | April 30, 2009

Jambu Bol Gondang Manis Asal Jombang

JAMBU BOL GONDANG MANIS         ASAL JOMBANG

 

Baswarsiati – BPTP Jawa Timur

 

      Nama Jombang rasanya tak asing lagi bagi telinga kita karena terkenal dengan kota santrinya serta adanya pondok pesantren Tebu Ireng.  Suasana kota santri di Jawa Timur tersebut  selalu diramaikan dengan kedatangan dan kepulangan santri dari berbagai daerah di Indonesia. Di tengah hiruk pikuk dan panasnya  sengatan matahari di kota Jombang, nun di pinggiran kota selalu ada suasana desa yang asri.  Keasrian itu semakin nampak bila kita   masuk lebih dalam dan menikmati  keberadaan pepohonan yang telah puluhan   tahun memberikan suasana sejuk bagi masyarakat desa tersebut.  Rupanya rindangnya pertanaman jambu bol di setiap pekarangan rumah penduduk yang telah puluhan tahun umurnya memberikan kenyamanan tersendiri bagi suasana desa tersebut.

 

            Jambu bol  (Syzygium malaccense ) termasuk  famili Myrtaceae yang berasal dari Asia  Tenggara yang keberadaannya terbatas di Jawa, Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Beberapa bagian dari tanaman kelompok Syzygium ini digunakan dalam obat-obatan tradisional karena memiliki aktivitas antiobitik.  Khususnya kulit batang, daun dan akar jambu bol  sering digunakan untuk menyembuhkan penyakit. 

            Salah satu varietas jambu bol yang telah menjadi varietas unggul nasional yang mulai dikenal dan pangsa pasarnya tinggi di  swalayan yaitu jambu bol Gondang Manis dari kabupaten Jombang.   Jambu bol Gondang Manis   telah dikenal oleh masyarakat Jombang dan sekitarnya sejak ratusan tahun yang lalu namun perkembangan hingga menjadi sentra produksi di desa Gondang Manis, kecamatan Bandarkedungmulyo sekitar 30 tahun yang lalu. Jambu bol ini merupakan produk unggulan Jombang karena memiliki potensi antara lain nilai ekonomis cukup tinggi   serta warna buah yang sangat menarik (ungu kehitaman jika buah telah tua dan merah muda keunguan jika buah masih muda), bentuk dan ukuran buah sedang, rasa buah segar,  warna daging buah putih bersih dan tekstur dalam buah lunak seperti diselimuti kapas sertaa aroma buah yang harum .  Konsumen sangat menyukai rasa segar sedikit asam , daging buah tebal dan kenyal serta penampilan jambu bol yang khas.

            Saat ini tanaman jambu bol yang ada   masih ditanam dan dikembangkan   di pekarangan.  Jumlah tanaman yang ada di desa Gondang Manis , kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang sekitar 600 pohon  dengan kisaran umur 10 hingga 30 tahun.  Nampaknya di Jawa Timur pertanaman jambu bol yang ada dalam satu kawasan atau dalam satu desa dan telah diusahakan hingga peluang pasar sampai pasar swalayan hanya jambu bol Gondang Manis.

 Pada umumnya tanaman jambu bol tumbuh dan berproduksi pada dataran rendah hingga ketinggian  1200 m dari permukaan laut dengan lingkungan yang baik dan ternaungi dan cenderung tumbuh di daerah tropis basah. Jambu bol Gondang Manis tumbuh baik,  pada ketinggian tempat 50 m dpl dan kondisi agak lembab.  Oleh karena rata-rata tanaman telah berumur lebih dari 20 tahun maka  kondisi kebun atau pekarangan menjadi lebih lembab.

Potensi jambu bol Gondang Manis terletak pada kualitas buah yang unggul, produksi tinggi serta nilai ekonomis yang tinggi.  Pohon jambu bol yang baru pertama kali berbuah asal dari biji (umur 4 tahun) dapat menghasilkan buah sebanyak 40-50 kg , pada umur 20 tahun menghasilkan  200 – 300 kg /pohon/tahun dengan dua kali musim panen.  Bila rata-rata tanaman jambu bol menghasilkan 200 kg/pohon dan harga buah jambu bol pada tahun 2005 sekitar Rp 4.000,- – Rp 5.000,- per kilogram di tingkat petani maka satu tanaman dapat menghasilkan sekitar Rp 800.000,- hingga Rp 1.000.000,-.

           

Asal Calon Varietas

 

            Jambu bol Gondang Manis mampu tumbuh dan berkembang di desa Gondang Manis, kecamatan Bandarkedungmulyo,  kabupaten Jombang.  Berdasarkan asal-usulnya merupakan tanaman yang sudah ada sejak sekitar 90  tahun yang lalu (jaman Belanda) dan berdasarkan cerita masyarakat di sekitar lokasi,  buah jambu tersebut dimakan oleh orang Belanda.  Selanjutnya salah seorang pegawainya (Bpk Toha) menanam biji jambu tersebut  dan berkembang hingga saat ini.  Tanaman yang pertama tumbuh yaitu milik bapak Toha yang selanjutnya menjadi lurah dari desa Gondang Manis saat itu.  Saat ini tanaman induk milik bapak Toha telah musnah dan pertanaman yang berkembang saat ini merupakan hasil perbanyakan dari biji yang berasal dari tanaman induk tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Permasalahan yang muncul  dalam usahatani jambu bol yaitu tanaman   yang ada selama ini berasal dari perbanyakan generatif (biji) sehingga muncul segregasi.  Oleh karena itu perlu didukung dengan ketersediaan bibit hasil sambung menggunakan Pohon Induk Tunggal yang telah ditentukan untuk pengembangan  tanaman. Untuk itu sejak tahun 2004 oleh Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur  telah dilakukan perbanyakan bibit asal sambung dan saat ini petani desa tersebut telah mampu membuat bibit dari sambung

 

·         Penampilan Tanaman Jambu Bol Gondangmanis

Penampilan secara umum dari tanaman jambu bol Gondang manis cukup menarik karena bentuk tajuk tanaman seperti kerucut dan menjulang, percabangannya rapat dan melebar sehingga terlihat rindang. Lebar tajuk berkisar 4-5 m dan batang tanaman tampak kekar dan perakarannya tampak menonjol keluar terutama pada tanaman yang telah berumur lebih dari 20 tahun .  Tinggi  tanaman berkisar 12-15 m dan lingkar batang sekitar 1,20 m.  Batangnya lurus, seringkali bercabang-cabang dekat pangkalnya     ,berdaun lebat dan bercabang banyak.  Percabangan muncul  sekitar 1-1,5 m dari permukaan tanah dengan jumlah cabang utama sekitar 7 dan cabang sekunder sekitar 43.  Warna kulit batang coklat tua dan permukaan batang tanaman tidak halus .  Daun berhadap-hadapan,   berbentuk lonjong dan ujungnya runcing.   Warna daun bagian atas hijau tua agak mengkilat dan bagian bawah hijau muda .  Daun muda (pupus) berwarna hijau muda  .  Ukuran  daun sekitar 15-37  cm  x (8,5 – 21) cm dan daun  cukup tebal .

Bunga jambu bol muncul pada ranting yang tak berdaun, pendek dan menggerombol, tersusun atas 3-12 kuntum bunga.  Diameter bunga mekar sekitar 3-5 cm, bunga berwarna merah jingga . Daun mahkota 4 helai berbentuk lonjong sampai bulat telur dengan panjang 2 cm dan berwarna merah gelap.  Benang sari berjumlah sekitar 180-200 tangkai, berwarna merah dengan panjang mencapai 3,5 cm.  Tangkai putik berwarna merah dengan panjang 4,5 cm.  Buah berbentuk seperti genta dan berwarna ungu kemerahan.  Saat buah muda berwarna merah muda dan tampak bergaris putih sedang saat buah tua menjadi ungu kemerahan.

Tanaman jambu bol Gondangmanis mulai berbunga sekitar bulan April- Mei dan panen pada bulan Agustus-September.  Persentase bunga menjadi buah (fruit set) sekitar 80 % per tandan.  Umur  simpan buah sekitar 3 hari dari panen pada suhu kamar.  Daya tahan simpan ini merupakan permasalahan utama karena kulit buah jambu bol sangat tipis sehingga mudah lecet dan busuk.

 

Keunggulan   Varietas

Jambu bol Gondangmanis memiliki beberapa keunggulan terutama dari penampilan buah menarik dengan warna ungu kemerahan dan rasa buah segar dengan aroma harum dan daging buah putih bersih serta kemampuannya tumbuh dan berkembang di dataran rendah iklim kering seperti wilayah Jombang.  Jambu bol Gondangmanis memiliki ukuran buah yang lebih kecil dibanding jambu bol Harman sehingga lebih menarik untuk dimakan (tidak terlalu besar).  Warna buah menarik yaitu ungu tua serta rasa buah manis , segar dengan tekstur halus dan kenyal serta kadar vitamin C cukup tinggi .  Selain itu perbedaan bentuk buah tampak pada pangkalnya. 

 

·         Potensi Ekonomis

 

Penilaian keunggulan jambu bol Gondangmanis dapat dilihat dari potensi ekonomis. Pemilik tanaman jambu bol di desa Gondangmanis kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang selalu mengatakan bahwa tanaman jambu bol yang dimiliki sangat membantu di dalam  menunjang kebutuhan hidup mereka.  Hal ini karena harga jambu bol   di tingkat petani berkisar antara Rp 7.000,- hingga Rp 8.000,-. Pohon jambu bol yang baru pertama kali berbuah asal dari biji (umur 4-5 tahun) dapat menghasilkan buah sebanyak 40-50 kg , pada umur 20-25 tahun menghasilkan 200-350 kg /pohon. 

 

Kelemahan Varietas

 

Kelemahan pertanaman jambu bol Gondangmanis secara umum hingga saat ini   yaitu pada kualitas buah yang cepat menurun 2-3 hari setelah panen.  Buah akan nampak kisut setelah 3 hari disimpan pada suhu kamar.  Namun bila disimpan pada suhu dingin (sekitar 15 o C) maka kesegaran bisa bertahan 7 hari.  Hal ini karena secara genetis kulit jambu bol sangat tipis sehingga mudah lecet jika terkena benturan.  Oleh karena itu perlu dilakukan pengemasan dengan bungkus jaring pada masing-masing buah sehingga buah tidak mudah lecet dan busuk dan disimpan pada suhu dingin.  Air di dalam buah jambu bol mudah menguap bila terkena sinar matahari sehingga buah yang telah dipetik tidak boleh terkena sinar matahri langsung karena buah menjadi  layu dan kisut (tidak segar).

 

DESKRIPSI VARIETAS  UNGGUL JAMBU BOL GONDANGMANIS

Komponen Pengamatan

Hasil/ ukuran

Asal tanaman

:Desa Gondang Manis, kecamatan Bandarkedungmulyo , kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur

Umur tanaman

: 25 tahun

Lebar tajuk

: 5 m

Bentuk   tajuk

: kerucut

Tinggi tanaman

: 15 m

Lingkar batang

: 120 cm

Jumlah cabang utama

: 7 

Jumlah cabang sekunder

: 43 – 45

Bentuk penampang batang

: Silindris, 

Warna batang

: Coklat

Bentuk daun

: tombak

Kedudukan daun

: mendatar s/d melekuk

Ukuran daun (Panjang x Lebar)

: (35-37 cm)  x (15-18 cm)

Ukuran anak daun (Panjang x Lebar) 

: (19-21 cm) x  (7,5-9 cm)

Ujung daun

: Lancip

Panjang tangkai daun

: 1,8-2,2 cm

Permukaan daun

: rata dan mengkilat

Warna daun bagian atas

: Hijau tua mengkilat

Warna daun bagian bawah

:hijau muda

Warna pucuk daun

: merah kecoklatan

Bentuk bunga

: spatula

Warna mahkota bunga

: merah keunguan

Warna benang sari

: kuning

Jumlah bunga pertandan

: 3-12

Jumlah benangsari

: 180-200 tangkai

Diameter bunga mekar

: 3-5 cm

Jumlah buah pertandan

: 1-5

Bentuk buah

: genta tanpa lekuk pinggang

Warna kulit buah masak

: ungu kemerahan

Warna daging buah

: putih bersih

Berat buah

: 110-150 gram/buah

Panjang buah

: 8,5 – 9,5 cm

Diameter buah

: 5,7 – 6,5 cm

Tebal daging buah

: 1,4 – 2,1 cm

Rasa buah

: manis-segar sedikit asam dan tidak sepat

Aroma buah

: harum

Tekstur daging buah

: halus dan kenyal

Kadar air

: 89,54 – 89,90 %

Kadar vit C

: 31,5 –35,9 mg

Kadar asam

: 0,23 – 0,25 %

Kadar gula

: 7,5 – 8 o brix

Berat biji

:9,1 – 11,6 gram

Jumlah biji per buah

: 1

Umur tanaman asal biji, mulai berbunga

: 4-5 tahun

Lama bunga mekar sampai panen

: 3,5  bulan

Produksi buah / pohon

: 300-350 kg/pohon/tahun

Daya simpan pada suhu kamar

: 3 hari setelah panen

Keterangan

: Tumbuh baik pada dataran rendah, 50-100 m dpl  dengan rejim kelembaban agak basah dan air tanah dangkal

Pengusul/Peneliti

Moh Maksum, A. Firman, Baswarsiati, Bambang Heriyanto,  Diding Rahmawati Suhardi, Yuniarti, Susijati, Caturijani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanaman jambu bol dengan bunga keunguan, tumpahan helaian mahkota bunga yang gugur bak permadani ungu di pekarangan rumah peta


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: