Oleh: baswarsiati | Agustus 13, 2010

BUDIDAYA ANTHURIUM

BUDIDAYA  ANTHURIUM

Oleh : Baswarsiati

Salah satu  jenis tanaman bunga potong dari famili Araceae adalah marga Anthurium.  Anthurium yang dalam bahasa Inggrisnya tail flower atau “bunga buntut “ berasal dari Amerika Selatan yang tropis.   Anthurium kini telah menyebat luas hingga ke daerah subtropis dan tropis di seluruh dunia.  Di Indonesia dikenal dengan nama “bunga kala” yang sering digunakan untuk bunga potong.  Mungkin belum banyak yang mengenal sosok bunga anthurium yang cantik , penuh pesona , karena tanaman hias ini masih jarang dibudidayakan seperti halnya tanaman hias lainnya.  Anthurium merupakan salah satu jenis tanaman hias yang tergolong berdaun indah dan adapula yang berbunga indah.

 Botani Tanaman Anthurium

Anthurium pada dasarnya berumur panjang, merupakan herba berakar rimpang.  Disamping akarini, anthurium membentuk akar dari ketiak daun atau akar udara. Anthurium merupakan tanaman hias yang tumbuh dan menyebar di daerah tropika yang lembab, dan tergolong tanaman tahunan (perennial).  Tidak kurang dari 500 spesies yang tumbuh di Amerika beriklim tropika lembab.  Beberapa spesies ditemukan pula di Asia ataupun Afrika.  Anthurium termasuk keluarga Araceae (talas-talasan) seperti halnya dengan kuping gajah (Anthurium crystallinum) yang terkenal di Indonesia dengan  tanaman berbentuk herba.  Diperkirakan hampir 600 varietas tumbuh memanjat seperti A. ornatum, A. nymphaeifolium berasal dari Venezuela, A.pfitzeri dari Ekuador.  Ada juga yang tumbuh tegak seperti A trinerve dari Brasil, A. andreanum dengan bentuk bunga paling indah dari semua golongan Anthurium.

Sosok bunga Anthurium menarik dan anggun dengan bentuk dan warna  seludang bunga yang dekoratif dan atraktif  seperti merah bendera, merah jingga, merah hati, merah muda, putih, pink, kehijauan dan lainnya .Daya kesegaran bunga melebihi bunga lainnya yaitu bisa bertahan dalam jambangan sampai lebih dari tiga minggu.  Daunnya bisa bertahan sampai dua bulan dalam jambangan membuat bunga ini semakin mempesona.  Selain itu karena seludang bunganya yang tebal menyebabkan bunga ini mudah pengepakannya dan tidak mudah rusak dalam pengangkutan jarak dekat maupun jarak jauh.  Berbeda dengan bunga dari tanaman hias lainnya maka bunga Anthurium berbentuk seperti ekor yang sesuai dengan arti kata dari bahasa Yunani (Anthurium = bunga ekor).  Keunikannya terletak pada seludang bunganya yang sangat indah sehingga dianggap sebagai mahkota bunga dan seludang bunga inilah yang mempercantik penampilan bunga Anthurium.  Kelebihannya karena  seludang bunganya yang kekar dan tunggal tidak berbentuk helaian seperti pada mahkota bunga mawar, krisan dan sebagainya sehingga tidak mudah rontok.

Selain berfungsi sebagai tanaman pot maka Anthurium dapat pula sebagai  penghias taman, cantik sebagai tanaman pagar, sejuk dan nyaman untuk penghias ruangan serta indah sebagai bunga potong yang dirangkai sendiri maupun dikombinasikan dengan bunga lainnya.  Sosok bunga  Anthurium saat ini berpeluang merambah ke hotel berbintang, perkantoran  dan rumah elite baik berupa rangkaian bunga dari bunga potongnya maupun untuk tanaman indoor dan outdoor.

Ragam Jenis Tanaman Anthurium

Beberapa jenis anthurium yang sangat digemari dan telah berkembang antara lain

  • Anthurium scherzeriannum

Anthurium ini dapat mencapai ketinggian 60 cm, seludangnya berbentuk jantung, berujung tumpul berwarna merah cerah mengkilat.  Namun ada pula yang berwarna merah suran kecoklatan.  Panjang seludangnya 7,5-10 cm.  Bunga berwarna merah dengan tangkai sari berwarna merah putih dan ada noda kuning.   Tangkai sari berbentuk seperti spiral yang tumbuh dari ketiak seludangnya.  Jika ditanam dari biji, dapat berbunga setelah umur 2 tahun.

  • Anthurium andreanum

Jenis ini berasal dari ColombiaSecara keseluruhan tanamannya lebih besar dari A. scherzerianum.  Seludang bunganya bergelombang berbentuk jantung meruncing, panjang dan tebal.  Panjang seludang dapat mencapai 15 cm atau lebih.  Melalui persilangan kini telah didapat berbagai macam bunga dengan warna yang beraneka seperti merah tua, merah hati, merah muda, pink, oranye, putih, merah muda kehijauan, hijau

  • Anthurium papilionensis

Tanaman ini berasal dari Colombia .  Daunnya berwarna hijau kekuningan , dengan bentuk permukaan daun bergelombang.  Bentuk daun seperti jantung, seludang bunga berwarna keputihan .  Tangkai bunga berwarna coklat di bagian bawah sedang bagian atas kekuningan.  Tangkai sari berwarna coklat tua dengan putik menempel berwarna coklat

  • Anthurium bakeri

Berasal dari Costa Rica. Bentuk daun memanjang seperti pita berwarna kekuningan. Bunga panjang berwarna merah cerah.  Putiknya menempel pada tangkai sari seperti bercak merah cerah.  Seludang kecil berwarna hijau kekuningan. Perbandingan antara seludang dan bunga sangat menonjol.

  • Anthurium clarinervium

Jenis ini berdaun hijau tua seperti beludru. Tulang daun tampak berwarna keputihan dengan bentuk seperti jantung.  Tangkai bunga sangat panjang dengan seludang warna kuning yang ujungnya runcing.  Bunga berwrna kuning kehijauan.  Tanaman ini berasal dari Meksiko.

Dan masih banyak lagi jenis anthurium yang dikembangkan atau dibudidayakan seperti halnya kuping gajah dan jenis anthurium berdaun indah.

Peluang Bisnis Anthurium

            Keberadaan  Anthurium sebagai tanaman hias penghasil bunga potong bernilai komersial tinggi dan sudah cukup lama popular di berbagai negara di dunia.  Terbukti dengan  rangkaian bunga Anthurium dari Indonesia sering memenangkan dalam lomba merangkai bunga di luar negeri dengan warna seludang bunga merah menyala yang atraktif dipadu dalam wadah bambu sehingga lebih menarik.  Pada acara Otsuka Expo 1990, Anthurium asal Indonesia mendapat penghargaan dari ahli floris Jepang, yaitu Avo Jose meraih medali perak dan Avo Cuba meraih medali perunggu.  Hal ini membuktikan bahwa ada pengakuan dan pangsa tersendiri bagi tampilan bunga Anthurium.  Selain itu anthurium yang berdaun indah juga berpeluang tinggi bila tanaman tumbuh suburr dan terawat dengan baik.  Pernah di jakarta ada tanaman anthurium berdaun yang dihargai lebih dari sejuta rupiah per potnya karena tanaman yang terwat dengan rapi dan jenis tanaman termasuk langka.

            Peluang bisnis florikultura di Indonesia termasuk dalam hal ini Anthurium masih terbuka lebar terbukti dengan nilai produk florikultura dalam negeri tahun 1996 sebesar  Rp 57,7 miliar, maka dengan pertumbuhan antara 15 % – 25 % dapat diperkirakan tahun 2005 meningkat menjadi Rp 186 – Rp 425 miliar.  Hal ini memperjelas keberadaan agribisnis florikultura di Indonesia cenderung meningkat. Peningkatan peluang agribisnis florikultura diantaranya  adalah l) pertambahan jumlah penduduk , 2) perluasan areal pemukiman , 3) meningkatnya pendapatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup yang asri dan segar , 4) bermunculannya industri perhotelan  dan tempat-tempat pariwisata, 5) serta berkembangnya kota-kota besar.  Namun untuk peluang bisnis florikultura termasuk Anthurium tentunya pangsa pasar berada di kota-kota besar.  Selain itu Anthurium juga berpotensi untuk ekspor selain anggrek

            Kesukaan konsumen terhadap  pilihan tanaman hias berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan trend yang berlaku.  Trend Anthurium sampai saat ini masih setara dengan  tanaman hias lain seperti mawar, sedap malam, krisan, anggrek, gladiol, anyelir, aster, lili dan gerbera.  Hanya saja harga perkuntum/pertangkai bunga Anthurium sampai saat ini paling mahal di antara bunga lainnya yaitu berkisar dari Rp 2000,- hingga Rp 3000 untuk Anthurium introduksi sedangkan yang lokal mencapai Rp 750,- sampai Rp 1.000,-   Maka dari itu umumnya rangkaian Anthurium sering kita jumpai di hotel berbintang, perkantoran elite, rumah mewah dan perjamuan bergengsi.

            Permintaan akan bunga semakin meningkat termasuk Anthurium khususnya pada hari-hari besar ataupun saat ada perkawinan, upacara besar dll.  Selain itu warna bunga Anthurium yang diminati konsumen umumnya juga dihubungkan dengan keperluannya seperti hari Valentine dominan warna merah dan pink. Hari Raya Imlek memilih warna putih dan merah, dan pernikahan warna merah dan pink dengan ukuran seludang bunga dari kecil sampai besar.  Selain permintaan yang cukup besar dalam bentuk bunga potong maka  sebagai tanaman pot Anthurium mini sangat menawan karena ukuran seludang bunganya juga kecil sehingga sangat indah bila digunakan sebagai tanaman penghias ruangan.  Harga tanaman Anthurium dalam pot cukup mahal dan biasanya dihitung dari besarnya tanaman ataupun jumlah daunnya .  Kisaran harga tanaman pot bisa mencapai Rp 25.000 hingga ratusan ribu tergantung dari kesuburan, keindahan dan sosok tanaman Anthurium secara keseluruhan.  Oleh karenanya terbuka peluang agribisnis tanaman Anthurium dalam bentuk bunga potong maupun tanaman pot di dalam negeri maupun sasaran ekspor  asalkan mampu membidik pangsa pasarnya.

Perbanyakan Anthurium

            Merawat dan membudidayakan Anthurium sebenarnya tidak sesulit tanaman bunga seperti krisan, anyelir, gladiol, gerbera dan lainnya.  Hanya saja karena harga bibitnya cukup mahal serta pertumbuhannya relatif lambat dibandingkan beberapa  tanaman hias lainnya sehingga petani masih memperhitungkan bila akan mengusahakannya.  Sebenarnya bila dilihat kemudahan tanaman ini untuk membentuk anakan dan umurnya bisa mencapai puluhan tahun maka harga bibit awal yang cukup mahal dapat kembali setelah tanaman dapat membentuk anakan (umur 6 bulan ke atas dari bibit berdaun 2).  Selain itu karena termasuk tanaman tahunan asalkan tanaman subur dan dalam kondisi sehat maka tanaman Anthurium akan mampu berbunga terus menerus dan membentuk anakan semakin banyak.  Anthurium sudah mampu berbunga sekitar 6 bulan dari bibit berdaun 3-4 dan tergantung kesuburan tanaman.

            Perbanyakan Anthurium yang paling cepat dapat dilakukan melalui tunas anakan yaitu dengan memisahkan anakan yang tumbuh didekat induknya atau tunas yang tumbuh pada batang tanaman.  Selain itu dapat dilakukan dengan membagi batang menjadi  beberapa potong dengan mengikut sertakan minimal satu ruasnya, dapat pula dengan menyetek pucuk tanaman. Calon bibit tersebut kemudian ditanam pada medium pasir, arang dan moss atau pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 1:1:1, diletakkan pada tempat teduh dan dijaga agar selalu tetap lembab.  Seminggu setelah tumbuh tunasnya dapat dipupuk dengan memilih pupuk yang mengandung unsur hara  lengkap dan diberikan melalui daun ataupun disiramkan pada media.  Untuk mempercepat pertumbuhan akar , sebelum ditanam maka stek atau calon bibit (tunas anakan maupun belahan batang ) dapat direndam dalam larutan zat pengatur tumbuh yang mengandung auksin.

            Selain menggunakan tunas anakan maka perbanyakan dapat menggunakan irisan daun muda, jaringan pucuk ataupun embrionya yang dilakukan secara kultur jaringan.  Sebelum ditanam, bahan (eksplan) direndam dalam larutan 1 % NaCl selama 30 menit.  Medium dasar menggunakan medium agar Murashige dan Skoog  dan dapat ditambahkan zat pengatur  tumbuh seperti Indol Acetic Acid (IAA) ataupun Napthalen Acetic Acid (NAA) maupun Kinetin.  Perbanyakan melalui kultur jaringan dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang cukup singkat serta lebih terkontrol kesehatan bibitnya.

            Perbanyakan lainnya dapat menggunakan biji walaupun cara  ini kemungkinan akan menghasilkan tanaman yang tidak sama dengan induknya, bisa lebih baik, sama ataupun lebih jelek dari induknya.  Namun dengan cara perbanyakan ini akan menambah keanekaragaman jenis ataupun warna seludang dan bunganya. Terkadang akan muncul bunga yang berwarna semburat kemerahan dengan pinggiran hijau, warna pink dengan pinggiran kemerahan dan sebagainya.  Untuk memperoleh biji  dari  bunga Anthurium dapat dilakukan secara alami artinya tanpa harus menyilangkan ataupun dapat dilakukan dengan persilangan.  Namun hasil biji dari penyerbukan secara alami dengan bantuan angin ataupun serangga cukup sulit sehingga sebaiknya dilakukan penyerbukan dengan bantuan manusia.  Dengan demikian kita dapat memilih induk yang berbunga indah untuk disilangkan.  Persilangan dilakukan dengan menggunakan jari kelingking yang dioleskan pada permukaan tongkol bunga yang bertepung sari.  Kemudian jari kelingking digeserkan pada permukaan tongkol bunga lainnya yang telah dipilih sebagai bunga betina dan tidak mempunyai tepung sari pada permukaan tongkol bunganya.  Hasil persilangan akan membentuk biji seperti jagung, menempel pada pada tongkol bunga..  Bila warna biji telah kuning kemerahan, maka sudah tiba waktunya untuk disemaikan di medium pasir steril atau moss yang selalu dijaga kelembabannya.  Selain itu dapat juga biji ditaburkan pada medium air yang telah diberi unsur hara ataupun zat pengatur tumbuh sehingga biji lebih cepat berkecambah.  Setelah berkecambah barulah dipindahkan pada medium pasir atau moss.  Kelembaban harus tetap dijaga dengan cara meletakkan pembenihan di tempat teduh serta selalu menjaga kelembaban media maupun lingkungan sekitarnya.

            Setelah berdaun 2-3 helai maka bibit hasil perbanyakan secara sederhana dari tunas anakan, hasil kultur jaringan yang sudah teraklimatisasi maupun dari biji dapat dipindahkan  ke taman maupun dalam pot sesuai dengan tujuan pengusahaannya untuk bunga potong ataukah untuk tanaman pot.

Perawatan Anthurium

            Bila  Anthurium ditanam untuk diambil bunganya (bunga potong) maka penanamannya dapat dilakukan pada lahan yang dapat dibentuk berupa bedengan-bedengan dengan tinggi bedengan sekitar 20 cm ataupun dapat ditanam pada bak-bak pembibitan yang hampir menyerupai bedengan.   Media bedengan sebaiknya terdiri dari campuran pasir, pupuk kandang yang sudah matang ataupun kompos dengan perbandingan 1:1.   Prinsipnya media yang digunakan untuk tanaman Anthurium harus gembur, aerasi baik, air tidak tergenang, cukup lembab, mengandung cukup hara.  Sedangkan bila ditanam dalam pot maka media pot juga harus gembur , lembab dan mengandung cukup hara.  Selain itu media dalam pot dapat  menggunakan  …… yang banyak dijual di pasar swalayan sehingga nampak indah bila diletakkan di meja sebagai penghias ruangan.

            Persyaratan yang perlu diperhatikan selain media adalah kondisi lingkungan yang selalu dijaga agar teduh yaitu dengan penyinaran tidak lebih dari 50 % dan lama penyinaran antara  4-6 jam per hari serta suhu sekitar 14- 30 0 C.  Untuk mengatur keteduhan di sekitar tanaman Anthurium maka di atas bedengan dapat dipasang naungan berupa para-para dari net/jala ataupun para-para dari daun tebu/kelapa  maupun anyaman bambu atau kayu  serta dapat pula meletakkan pot di bawah kerindangan pohon maupun di teras rumah.  Paling penting adalah tanaman Anthurium menyukai keteduhan sedangkan keteduhan dapat diatur sesuai kondisi sinar matahari dan selera kita.  Dengan demikian sebenarnya Anthurium dapat diusahakan dan mampu berbunga di daerah panas seperti Jakarta dan Surabaya asalkan ditempatkan di keteduhan.  Namun tentunya kesegaran dan kesuburan tanaman akan lebih nampak bila  ditanam di daerah yang lebih lembab seperti di Cipanas maupun Batu-Malang sebagai daerah sentra bunga di Jawa Barat dan Jawa Timur.

            Selain persyaratan di atas maka untuk meningkatkan kesuburan tanaman dapat dilakukan dengan memupuk tanaman berupa pupuk buatan yang mengandung hara lengkap cukup sebulan sekali.  Sedangkan untuk mendorong produksi bunganya diberikan pupuk yang mempunyai persentase fosfat (P) tinggi.  Perawatan lain nampaknya tidak serumit tanaman bunga lainnya karena Anthurium jarang terserang hama dan penyakit atau hampir tidak ada .  Serangan yang ada biasanya dikarenakan adanya air yang tergenang pada permukaan daun atau seludang bunganya sehingga muncul jamur seperti Colletotrichum sp. mengakibatkan terdapat bercak (busuk) pada sebagian bunganya.  Namun umumnya persentasenya sangat kecil sekali sehingga petani Anthurium jarang mengendalikan atau menggunakan pestisida dalam perawatannya.  Bila terpaksa menggunakan pestisida untuk mengendalikan hama maupun penyakit maka disarankan menggunakan dosis yang lebih rendah dari aturan yang dianjurkan. Apabila syarat tumbuh dan perawatannya yang nampak lebih mudah dibandingkan tanaman bunga lainnya seperti krisan dan gladiol dapat dikerjakan secara benar maka hasil yang diharapkan tidak akan mengecewakan. . .


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: