Oleh: baswarsiati | Mei 9, 2009

Varietas Unggul Melati Rato Ebuh

VARIETAS UNGGUL MELATI RATO EBUH

 

Baswarsiati, BPTP Jatim (Pemulia Tanaman)

 

PENDAHULUAN

            Sampai saat ini varietas melati yang ditanam petani cukup beragam dan belum tersedia varietas unggul melati.  Padahal tanaman melati merupakan salah satu bunga nasional dan dicanangkan sebagai “Puspa Bangsa” sejak tahun 1990 dan  menjadi puspa kebanggaan nasional. Jawa Timur merupakan salah satu sentra produksi dan sebagai pemasok bibit melati di Indonesia (Soedjono dan Badriah, 1993; Rukmana, 1997 : Radi, 1997 ). Hingga saat ini sentra produksi melati di Jawa Timur terletak di Burneh- Kabupaten Bangkalan seluas 50 ha dan di Bangil- Kabupaten Pasuruan seluas 15 ha (Diperta Propinsi Jatim, 2000; Diperta Kab. Bangkalan, 2003).

            Terdapat sekitar 200 spesies melati yang bergenus Jasminum yang menyebar di daerah tropik , subtropik dan daerah sedang.   Dari semua jenis tersebut hanya 15 spesies yang dapat dibudidayakan di kebun atau taman.  Di Indonesia , jenis melati yang paling umum dibudidayakan adalah melati putih (Jasminum sambac) yang digunakan untuk bunga tabur dan rangkaian bunga dan  Jasminum officinale digunakan untuk penyedap teh, pewangi dan bahan baku industri  (Soedjono dan Badriah, 1993).  Jasminum sambac terdapat empat  varietas yaitu varietas Maid of Orleans, varietas Grand Duke of Tuscany, varietas Menur dan varietas Rose Pikeke. Varietas Maid of Orleans  terdiri dari melati emprit dengan kuncup bunga meruncing seperti paruh burung emprit dan melati kebo kuncup bunga berbentuk bundar. 

            Bunga melati mempunyai prospek yang cukup cerah dengan adanya pangsa pasar ekspor ke Singapura , Jepang, Korea, Thailand, Taiwan dan Hongkong. Bunga melati semakin dibutuhkan dalam kehidupan modern untuk bahan baku industri minyak wangi, kosmetika, pewangi, penyedap teh, cat , tinta, pestisida, pewangi sabun, dan industri tekstil.  Pasaran ekspor bunga melati mempunyai prospek yang cukup cerah , meskipun nilai permintaan tidak menentu termasuk halnya melati Bangkalan   (Prihmantoro et al, 1992).

            Melati Bangkalan atau melati Rato Ebuh termasuk jenis Jasminum sambac Maid of Orleans.  Tanaman berbentuk perdu merambat, bunganya tunggal berwarna putih bersih  dengan mahkota yang terbuka, muncul dalam kelompok.  Daunnya oval atau ellips dengan permukaan atas berwarna hijau mengkilap (Kusumo et al, 1998).  Melati Rato Ebuh memiliki keunggulan aroma bunga lebih harum menyengat dibandingkan melati dari Bangil  sehingga lebih disukai untuk rangkaian hiasan pengantin.  Oleh karena itu melati Bangkalan banyak disukai konsumen sehingga pangsa pasar meningkat dan harga bunga tinggi pada saat banyak pesta pernikahan   mencapai Rp 150.000,- sampai  Rp 200.000,- per kilogram.    Namun pada saat tidak musim pesta harga turun drastis mencapai Rp 10.000,- per kilogram sehingga menjadi masalah dalam agribisnis melati  di Jawa Timur.

 

POTENSI MELATI VARIETAS RATO EBUH

 

Potensi Produksi

 

  1. Jumlah tanaman yang menghasilkan diperkirakan 250.000 batang, sedangkan pengembangan tanaman baru  pada tahun 2001 sekitar 90.000 bibit tanaman dan tahun 2002 sekitar 16.000 bibit tanaman melati yang disebarkan pada petani di  sentra produksi (Diperta Bangkalan, 2003).   Pada  pengembangan tahun 2004 disediakan 10.000 bibit untuk disebar ke berbagai daerah yang sesuai.
  2. Sedangkan produksi rata-rata setahun sekitar 3.000 kg/ha dan rata-rata produksi nasional  mencapai 1.250 kg/ha/tahun (Effendi, 1998).  

Pemeliharaan yang dilakukan secara intensif meliputi pemangkasan , pengairan  dan pemupukan  akan menyebabkan tanaman   rajin berbunga.  Kualitas bunga pada saat musim kemarau lebih baik dibandingkan saat musim hujan karena aroma bunga lebih harum dan bunga tidak terkena curahan air hujan sehingga menyebabkan bunga busuk.  Pemetikan bunga pada umumnya dilakukan pagi hari sebelum matahari terbit untuk menghindari sengatan matahari serta  menghindari penguapan yang mengakibatkan penurunan kualitas bunga.

Potensi Ekonomis

  1. Rendahnya produksi di musim kemarau  disebabkan adanya cekaman air.

 

Tabel 1. Analisa Pendapatan Usahatani Melati per hektar di Bangkalan . 2004.

No.

Uraian

Jumlah

Nilai (Rp)

1. 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Pupuk dan Pestisida

  1. Kandang (kg)
  2. Urea (kg)
  3. SP-36 (kg)
  4. KCl (kg)
  5. Pestisida (liter)

Total biaya

 

Tenaga Kerja (HOK)

  1. Pengolahan Tanah
  2. Penyiraman
  3. Penyiangan
  4. Pemupukan
  5. Penyemprotan
  6. Panen

Total Biaya

 

Total Biaya Produksi

Produksi (kg/ha)

Harga (kg)

Penerimaan

Pendapatan

R/C Ratio

 

1000

  300

  300

  300

4

-

 

 

40

36

30

37

25

400

-

 

-

3.000

-

-

-

3,28

    300.000,-

   360.000,-

   420.000,-

   480.000,-

   200.000,-

1.760.000,-

 

 

     800.000,-

     720.000,-

     600.000,-

     740.000,-

     500.000,-

  4.000.000,-

  7.360.000,-

 

  9.120.000,-

          -

       10.000,-

30.000.000,-

20.880.000,-

          -

 

 

Hasil analisa pendapatan usahatani melati di Bangkalan menunjukkan bahwa dengan budidaya yang semi intensif maka usahatani melati cukup menguntungkan.  Pada penghitungan analisa usahatani dipakai patokan harga Rp 10.000,- (Tabel 1) , bilamana menggunakan  harga  Rp 30.000 bahkan Rp 150.000,- pada saat bulan Syawal maka perkiraan nilai R/C  semakin tinggi.  Hal ini membuktikan bahwa usahatani melati mempunyai prospek yang cerah untuk ditangani secara serius.

  1. Penerapan teknologi dengan pemangkasan, pemupukan dan penggunaan zat pengatur tumbuh akan sangat menguntungkan apabila aplikasinya dilakukan 4 bulan sebelum datangnya   bulan Syawal dimana permintaan bunga melati mempunyai harga tertinggi   (Saraswati et al, 2004).
  2. Adanya keunggulan ini menyebabkan bunga melati dari Bangkalan lebih disukai konsumen daripada bunga melati asal Bangil (Tabel  2 dan  3 ).

·          Preferensi Konsumen /Masyarakat

Tabel 2.  Rata-rata hasil uji preferensi  konsumen terhadap bunga melati  varietas Rato Ebuh dan Bangil dalam keadaan mekar penuh.

Karakter

Skore tingkat kesukaan konsumen *

Melati Rato Ebuh

Melati Bangil

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

Ukuran mahkota bunga

 

 

 

v

 

 

 

 

v

 

Jumlah mahkota bunga

 

 

 

v

 

 

 

 

v

 

Warna mahkota bunga

 

 

 

 

v

 

 

 

v

 

Aroma wangi bunga

 

 

 

 

v

 

 

 

v

 

Keterangan skore : 1=sangat tidak suka, 2 = kurang suka, 3= cukup suka, 4 = suka, 5 = sangat suka

* Jumlah panelis 11 orang

 

Tabel  3.  Rata-rata hasil uji preferensi  konsumen terhadap bunga melati varietas Rato Ebuh dan Bangil dalam keadaan kuncup maksimal (siap mekar)

 

Karakter

Skore tingkat kesukaan konsumen *

Melati Rato Ebuh

Melati Bangil

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

Ukuran   bunga

 

 

 

v

 

 

 

 

v

 

Ukuran tangkai  bunga

 

 

 

v

 

 

 

 

v

 

Warna mahkota bunga

 

 

 

v

 

 

 

 

v

 

Aroma wangi bunga

 

 

 

 

v

 

 

 

v

 

Keterangan skore : 1=sangat tidak suka, 2 = kurang suka, 3= cukup suka, 4 = suka, 5 = sangat suka

* Jumlah panelis 11 orang

 

KEUNGGULAN MELATI VARIETAS RATO EBUH

  1. Adapun keunggulan secara fisik   antara lain :
  • Aroma bunga sangat harum dibandingkan varietas Bangil
  • Warna bunga putih bersih
  • Ukuran tangkai bunga lebih besar dan panjang sehingga mudah untuk merangkainya
  • Ukuran mahkota bunga lebih besar dibandingkan varietas lainnya

Sedangkan keunggulan dalam hal potensi untuk pengembangan antara lain :

  • Pertanaman yang ada di Bangkalan sudah dalam bentuk hamparan
  • Petani sudah melakukan pemeliharaan walaupun belum intensif
  • Kondisi agroekologi sangat mendukung untuk pengembangannya
  • Petani ataupun masyarakat setempat sangat antusias untuk berusaha tani melati
  • Harga bunga lebih tinggi dibandingkan varietas lain di Jawa Timur
  • Permintaan selalu meningkat dan terkadang tidak terpenuhi pada saat banyak acara pernikahan

Tabel 4.  Penampilan Morfologi Tanaman Melati Varietas Rato Ebuh dan Varietas Bangil.

No

Karakter

Melati Rato Ebuh

Melati Bangil

1

Tipe tanaman

semak

semak

2

Tinggi tanaman (cm)

110-125

105-120

3

Lebar tajuk (cm)

117-140

115-143

4

Diameter cabang utama (cm)

2,25-2,40

2,15-2,35

5

Diameter cabang sekunder (cm)

1,40-1,55

1,10-1,30

6

Jumlah cabang sekunder

16-20

14-18

7

Warna kulit batang

Coklat kehijauan

Coklat kehijauan

8

Warna daun

Hijau

Hijau  tua

9

Bentuk daun

Oval, ujung meruncing

Oval

10

Permukaan daun

Rata

Agak bergelombang

11

Susunan daun

Dua-dua berhadapan

Dua-dua berhadapan

12

Lebar daun (cm)

2,2-3,2

2,1-3,3

13

Panjang daun

5,6-6,8

5,5-6,4

14

Aroma bunga

Sangat harum

Harum

15

Warna bunga

Putih bersih

Putih tulang

16

Jumlah petal

8-11

8-10

17

Lebar bunga mekar (cm)

2,8-3,8

2,2-3,2

18

Panjang tangkai bunga (cm)

1,4-1,9

1,2-1,5

Keterangan : Pengamatan dilakukan pada kondisi umur tanaman yang sama , yaitu 7-8 tahun

               Penciri spesifik  bunga melati varietas Rato Ebuh pada bentuk ujung petal yaitu agak runcing  dan warna bunga putih bersih.  Mekarnya bunga melati pada umumnya 2 hari , kemudian  warna petal berubah menjadi ungu dan kemudian kecoklatan, akhirnya bunga gugur.  Keragaan bunga  melati varietas Rato Ebuh secara lebih rinci disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Keragaan Bunga Melati Varietas Rato Ebuh  . Burneh- Bangkalan , 2004.

No Karakter Melati Varietas Ratoh  Ebuh
1 Warna bunga putih bersih
2 Aroma bunga sangat harum
3 Bentuk kuncup bunga lancip
4 Warna kuncup bunga putih
5 Panjang kuncup bunga (cm) 1,8
6 Jumlah petal 8-11
7 Panjang petal (cm) 1,3-1,9
8 Lebar petal (cm) 0,9-1,7
9 Bentuk putik berbelah dua
10 Warna putik hijau muda
11 Panjang putik (cm) 0,8
12 Bentuk serbuk sari tombak
13 Warna serbuk sari Kuning
14 Jumlah serbuk sari 2
15 Panjang serbuk sari (cm) 0,5
16 Warna kelopak bunga hijau
17 Jumlah kelopak bunga 8
18 Panjang tangkai bunga (cm) 1,4-1,9
19 Jumlah kuntum bunga per kelompok 5-11

 

              Melati memiliki  masa segar bunga yang sangat pendek  Masa segar bunga  yang diambil saat bunga kuncup maksimal (siap mekar) pada suhu kamar  selama  2 hari, pada suhu kamar dan bunga dimasukkan dalam kantong plastik selama 3-4 hari sedangkan pada lemari pendingin mampu bertahan hingga 7 hari dengan menyimpan dalam kantong plastik maupun dalam wadah terbuka (Tabel 6).  Pada saat 2 hari penyimpanan umumnya kuncup bunga mulai nampak mekar.  Perubahan warna bunga terlihat dari putih menjadi ungu keputihan dan selanjutnya menjadi coklat dan bunga mulai mengering.  Pada saat warna bunga berubah menjadi ungu maka aroma harum bunga mulai menghilang.

Tabel  6.  Masa segar bunga melati varietas Rato Ebuh (kuncup siap mekar)

No

Model Penyimpanan

Masa segar (hari)

1

Suhu kamar, bunga diletakkan pada wadah terbuka

2

2

Suhu kamar, bunga dimasukkan pada kantong plastik

3-4

3

Lemari pendingin, bunga diletakkan pada wadah terbuka

7

4

Lemari pendingin, bunga dimasukkan pada kantong plastik

7

 

Inventarisasi Hama dan Penyakit

Dari hasil pengamatan di lapang terdapat hama ulat yang menyerang daun dan bunga serta kutu penghisap daun sedangkan  penyakit yang menyerang tanaman melati adalah hawar daun dan penyakit yang disebabkan oleh  virus.

  • Jenis hama dan penyakit melati

 

Pada tanaman melati terdapat 2 jenis hama dan 2 penyakit, yaitu ulat yang menyerang daun dan bunga (Palpita unionalis) dan kutu penghisap daun (thrips) sedangkan  penyakit yang menyerang adalah hawar (Rizoctonia solani) daun dan penyakit yang disebabkan oleh  virus.

1. Ulat daun (Palpita unionalis)

Ulat daun Palpita unionalis termasuk ordo Lepidoptera, famili Pyralidae. Ngengat berwarna putih, aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya. Telur berwarna bening berbentuk bulat pipih, diletakan di bagian permukaan bawah daun. Telur menetas menjadi larva. Serangan ulat daun Palpita unionalis ditandai dengan adanya benang-benang halus berwarna putih yang dikeluarkan oleh larva yang digunakan untuk menggulung daun.  Di dalam gulungan daun tersebut larva menyembunyikan diri sambil memakan daun melati. Pada instar awal biasanya larva makan daun melati pada lapisan epidermis permukaan bawah daun. Dengan semakin bertambah besarnya larva maka seluruh bagian daun dimakan dan hanya menyisakan tulang daun saja.

 

 

2. Kutu daun thrips (Chaetanaphothrips signipennis)

            Thrips merupakan serangga yang berukuran kecil (1-2 mm), mempunyai dua pasang sayap yang kecil memanjang yang dihiasi rambut-rambut halus yang agak panjang. Nimfa berwarna putih, kuning atau merah. Thrips merusak tanaman dengan cara merobek jaringan daun lalu menghisap cairan tanaman yang keluar. Bekas parutan pada jaringan tanaman tersebut dapat menjadi jalan masuk bagi infeksi penyakit lainnya. Serangan kutu  yang parah akan menyebabkan daun berwarna keperak-perakan seperti perunggu dan menyebabkan daun mengering dan akhirnya mati. Thrips juga dapat menularkan penyakit virus pada tanaman melati.

3. Penyakit Hawar daun (Rizoctonia solani)

Pada daun melati terdapat bercak besar yang terbatas tidak teratur berwarna coklat dan dapat meluas dengan cepat. Dari ciri-ciri tersebut disebutkan oleh Semangun (1994) bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh jamur Rizoctonia solani yang dapat berkembang dengan cepat pada musim hujan atau keadaan kebun yang terlalu lembab.

4. Penyakit Virus

            Disamping itu juga dijumpai serangan virus yang ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan tanamanan, daun belang-belang kekuningan sampai pucat,  hal ini juga dikemukakan oleh Semangun (1994), namun sampai sekarang belum ditemukan jenis virus yang menyerang tanaman melati.

·          Intensitas serangan

            Rata-rata intensitas serangan tanaman melati disajikan dalam Tabel 7. Tampak bahwa peran hama ulat daun dan bunga (Palpita unionalis) merusak tanaman melati lebih tinggi daripada hama dan penyakit lainnya. Hama ini berpotensi merusak daun dan bunga melati karena langsung berhubungan dengan mutu bunga, dimana bunga yang terserang menjadi tidak utuh, kering dan akhirnya mati.

 

Tabel 7. Intensitas serangan hama dan penyakit pada tanaman melati di

              Kecamatan Burneh, Bangkalan  , 2004.

No.

Jenis OPT

Intensitas serangan (%)

1. Ulat daun dan bunga (Palpita unionalis)

35,65

2. Kutu penghisap thrips

12,15

3. Hawar daun

12,25

4. Virus

11,00

 

            Terlihat bahwa tanpa adanya pengendalian hama yang dilakukan oleh petani maka tanaman melati terserang ulat daun dan bunga (Palpita unionalis)  dengan tingkat kerusakan mencapai 35,65 %.  Hal ini menunjukkan bahwa melati varietas Rato Ebuh kurang tahan terhadap serangan ulat  Palpita unionalis.

 

KELEMAHAN MELATI VARIETAS RATO EBUH

            Kelemahan yang ada pada  melati varietas Rato Ebuh  termasuk   bunga melati pada umumnya yaitu  pada masa segar bunga yang amat singkat yaitu hanya bertahan 2 hari pada suhu kamar ( 27-28 0 C) serta bunga mudah rusak.  Oleh karenanya proses pengemasan dan  penyimpanan merupakan syarat mutlak agar bunga melati diterima konsumen dalam keadaan segar , bunga tidak rusak dan aroma harum masih ada.  Selain masalah  masa segar dan kerusakan bunga maka masalah lonjakan penurunan harga saat kebutuhan konsumen menurun merupakan hal yang perlu diantisipasi .  Nampaknya pengolahan bunga melati menjadi bahan baku industri merupakan salah satu peluang yang dapat diperkenalkan untuk mengantisipasi penurunan harga bunga melati dan saat   panen raya.

WILAYAH PENGEMBANGAN

Wilayah/Agroekologi yang Sesuai

  1. Untuk mengantisipasi bulan kering yang panjang maka petani menggunakan pengairan dari sumur bor yang dapat diambil airnya setiap waktu karena kedalaman air tanah cukup dangkal (Saraswati et al, 2002).

            Karakteristik lahan sentra melati Rato Ebuh seperti tertera pada Tabel 8 dapat digunakan sebagai acuan pengembangan wilayah di Jawa Timur khususnya dengan menyesuaikan zona agroekologinya.

Tabel 8. Karakteristik lahan melati Rato Ebuh, Burneh, Bangkalan

Karakteristik lahan

Satuan

Suhu rata-rata  (o C)  27-32 C
Kelembaban udara rata-rata (%) 56 – 70
Ketinggian tempat  10 m diatas permukaan laut
Curah hujan tahunan 981 mm
Bulan kering (< 100 mm) 9  bulan
Bulan basah (> 100 mm) 3 bulan
Tekstur Lempung berpasir
Jenis tanah Alluvial
PH tanah 6-7
Drainase Baik

 

            Adapun wilayah pengembangan di Jawa Timur dapat diarahkan pada kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung ,Blitar, Ponorogo, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Nganjuk, Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Sampang, Pamekasan, Sumenep.

 

CARA BUDIDAYA

            Teknologi budidaya yang dapat dianjurkan untuk usahatani melati Rato Ebuh antara lain :

Penanaman

  • Pengolahan  tanah dilakukan hingga tanah menjadi gembur
  • Dibuat lubang tanam  dengan panjang, lebar dan kedalaman  30 x 30x 30 cm
  • Alur pada lubang tanam diisi kompos ataupun pupuk kandang yang telah matang
  • Jarak tanam menggunakan ukuran 40 cm x 80 cm

 

Pemupukan

            Pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang dengan dosis 10 ton per hektar dan pemupukan susulan menggunakan pupuk Urea  300 kg  , SP 36 300 kg dan KCl 100 kg per hektar per tahun.  Pemupukan dilakukan dengan frekuensi  tiga bulan sekali.

Pengairan

Pengendalian hama dan penyakit

            Selama ini petani jarang melakukan pengendalian hama dan penyakit.  Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara pemantauan dengan menggunakan pestisida selektif ataupun menggunakan pestisida nabati seperti serbuk biji mimba, biji sirsak, biji srikaya dengan tingkat konsentrasi 30-60 %  mampu mengendalikan  serangan Palpita  unionalis.

 

Peningkatan Pembungaan

 

  1. Pemberian paklobutrasol sebanyak 200 ppm setelah tanaman dipangkas yang diberikan melalui daun atau tanah dapat memperpendek ruas, memperkecil luas daun, dan meningkatkan jumlah rangkaian bunga dengan memberikan kenaikan bunga rata-rata   sebesar 81,4 % (Herlina  et al, 1997, Saraswati et al, 2004).

KETERSEDIAAN BENIH PENJENIS

            Benih penjenis saat ini telah tersedia di Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan  .  Ketersediaan benih berupa  stek dari pohon induk tunggal yang telah ditentukan yaitu sekitar 20.000 bibit.  Ketersediaan benih bermutu sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan melati varietas Rato Ebuh.  Saat ini telah dikembangkan lebih dari 10.000 tanaman baru di kabupaten Bangkalan.

                          

DESKRIPSI VARIETAS UNGGUL MELATI RATO EBUH

 

Nama Lokal                            : melati Lokal

Nama yang diusulkan             : melati Rato Ebuh

No PIT                                                : PIT/MLT/a/JATIM/01

Umur  PIT                               : 45 tahun

Pemilik Pohon Induk              : Ibu Sawiyah

Desa                                        : Buluh Atas

Kecamatan                              : Socah

Kabupaten                               : Bangkalan

Propinsi                                   : Jawa Timur

 

Karakter Penciri

 

Tipe tanaman                                       :  semak

Tinggi tanaman (cm)                           :  270-285

Lebar tajuk (cm)                                  :  160-175

Lingkar cabang utama (cm)                :  27,60-27,80

Lingkar cabang sekunder (cm)            :  1,40-1,55

Jumlah cabang sekunder                     :  16-20

Warna kulit batang                              : hijau kecoklatan

Warna daun                                         : hijau

Bentuk daun                                       :  Oval, ujung meruncing

Permukaan daun                                 :  rata

Susunan daun                                      :  Dua-dua berhadapan

Lebar daun (cm)                                  :  2,2-3,2

Panjang daun (cm)                              :  5,6-6,8

Aroma bunga                                      : sangat  harum

Warna bunga                                       : putih bersih

Jumlah petal                                        : 8-11

Ujung mahkota bunga                         : agak lancip

Lebar bunga mekar (cm)                     :  2,8-3,8

Panjang tangkai bunga (cm)                :  1,4-1,9

Bentuk kuncup bunga                         :  lancip

Warna kuncup bunga                          :  putih

Panjang kuncup bunga (cm)                : 1,8-2,2

Panjang petal (cm)                              : 1,8 – 2,1

Lebar petal (cm)                                  :  0,9 – 1,7

Bentuk putik                                       :  berbelah dua

Warna putik                                        :  hijau muda

Panjang putik (cm)                              :  0,8-0,9

Bentuk serbuk sari                              :  seperti tombak

Warna serbuk sari                                :  kuning

Jumlah serbuk sari                               :  2

Panjang serbuk sari (cm)                     :  0,5-0,6

Warna kelopak bunga                         :  hijau

Jumlah kelopak bunga                         :  8

Panjang tangkai bunga (cm)                :  1,4-1,9

Jumlah kuntum bunga per kelompok  :  5-11

Daya simpan bunga (suhu kamar)       :  2-3 hari

Produksi rata-rata                                :  2.500 – 3.000 kg/hektar/tahun

Ketahanan terhadap hama ulat daun

dan bunga  (Palpita  unionalis)           :  kurang tahan

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Diperta Propinsi Jawa Timur.  2000.  Program Pengembangan Hortikultura Propinsi Jawa Timur th 1999-2004.

 

  1. Profil  pengembangan agribisnis salak dan melati di Kabupaten Bangkalan.

 

Effendie, K.  1998.  Agroekonomi melati  dalam   Kusumo, S. Syaifullah, T. Sutater. Melati. Balithi. Badan Litbangtan. Jakarta.

 

Kusumo, S. Syaifullah, T. Sutater.  1998.  Melati.  Balithi. Badan Litbangtan. Jakarta.

 

Prihmantoro, Karjono, Suraidah.  1992.  Tantangan mutu ekspor melati kita.  Trubus XXIII No 269. p 52-57.

 

Radi, J.  1997.  Melati Putih.  Penerbit Kanisius.

 

Rukmana, R. 1997.  Usahatani Melati.  Penerbit Kanisius.

 

Saraswati, D.P, Suyamto, D. Setyorini dan A.G. Pratomo.  2002.  Zona Agroekologi Jawa Timur.  Brosur BPTP Jawa Timur.

 

……………..,  A. Triwiratno, Baswarsiati, N. Istiqqomah.  2004.  Sistem usahatani tanaman melati di daerah sentra di kabupaten Bangkalan.  Prosiding BPTP Jawa Timur.

 

Sarwono, Karyono  dan Suraidah. 1992.  Jenis-jenis melati.  Trubus No 269, Th XXIII.

 

Semangun, H.  1994. Hama dan penyakit Tanaman.  UGM. Jogyakarta.

 

Soedjono, S dan D.S. Badriah. 1993. Inventarisasi varietas melati.  Bul. Penel. Tanaman Hias. Vol 1(1): 113-123.

About these ads

Responses

  1. Salam hormat juga dan trimakasih. Untuk mendapatkan bibit melati unggul Rato Ebuh dapat pesan pada saya karena kebetulan yang melepas varietas ini (pemulianya) , saya juga mbak. Tks

  2. Salam hormat juga. Trimakasih , untuk memesan bibit melati ratoh ebuh dapat memesan pada saya karena kebetulan yang melepas saya (pemulianya) atau dapat pesan ke Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan. Tks

  3. ada gak no yang bisa dihubungi ???

  4. Ini silahkan no hp saya sendiri karena kebetulan pemulianya saya sendiri dan ini no saya yaitu 08123364384′
    Saya kebetulan peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur (BPTP Jawa Timur) yang berada di
    Jl. Raya Karangploso-Km 4- Malang . Tks atas responnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: